Tuesday, January 15, 2013

Contoh Materi Pengembangan konseling


Contoh Materi Pengembangan konseling
(1)  Layanan Orientasi: Obyek-obyek pengembangan pribadi, seperti:
  Fasilitas olah raga; latihan bina raga; bela diri.
  Sanggar seni dan budaya
  Tempat peribadatan
  Rehabilitasi penderita narkoba
(2)  Layanan Orientasi: Obyek-obyek pengembangan hubungan sosial, seperti:
  Kegiatan gotong royong
  Perjamuan
  Seminar, lokakarya, diskusi, dan kegiatan kelompok lainnya
  Rapat besar
(3)  Layanan Orientasi: Obyek-obyek pengembangan kemampuan belajar, seperti
  Lembaga bimbingan belajar
  Fasilitas belajar di sekolah
  Sekolah-sekolah/madrasah lain
  Perguruan tinggi
(4)  Layanan Orientasi: Obyek-obyek implementasi karir, seperti:
  Kursus-kursus keterampilan
  Bengkel
  Perusahaan/pabrik, industri
  Kantor
  Perkebunan, pertanian, perikanan, pertambangan
(5)  Layanan Informasi: Informasi tentang perkembangan potensi, kemampuan dan kondisi pribadi, seperti:
  Kecerdasan
  Bakat
  Minat
  Karakteristik pribadi; pemahaman diri
  Tugas perkembangan, tahap perkembangan
  Gejala perkembangan tertentu
  Perbedaan individual
  Keunikan diri
(6)  Layanan Informasi: Informasi tentang potensi, kemampuan dan kondisi hubungan sosial, seperti:
  Pemahaman terhadap orang lain
  Kiat berteman
  Hubungan antarremaja
  Hubungan dalam keluarga
  Hubungan dengan guru, orangtua, pimpinan masyarakat
  Data sosiogram
(7)  Layanan Informasi: Informasi tentang potensi, kemampuan, kegiatan dan hasil belajar, seperti:
  Kiat belajar
  Kegiatan belajar di dalam kelas
  Belajar kelompok
  Belajar mandiri
  Hasil belajar mata pelajaran
  Persiapan ulangan, ujian UAS dan UAN
(8)  Layanan Informasi: Informasi tentang potensi, kemampuan, arah dan kondisi karir, seperti:
  Hubungan antara bakat, minat, pekerjaan, dan pendidikan
  Persyaratan karir
  Pendidikan umum dan pendidikan kejuruan
  Informasi karir/pekerjaan/pendidikan
(9)  , (10), (11), dan (12) Layanan Penempatan/Penyaluran: Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi, sosial, belajar, dan karir dapat dilakukan melalui penempatan di dalam kelas (berkenaan dengan tempat duduk), pada kelompok belajar; diskusi, magang; krida; latihan keberbakatan//prestasi, kegiatan lapangan, kepanitiaan, serta kegiatan layanan bimbingan/konseling kelompok. Masing-masing penempatan/penyaluran itu dapat dimaksudkan untuk mengembangkan satu atau lebih kemampuan peserta didik: kemampuan pribadi, sosial, belajar, karir.
(13)    Layanan Penguasaan Konten: Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi, seperti:
  Mengatur jadwal kegiatan sehari-hari: di rumah, di sekolah, di luar rumah/sekolah.
  Menyampaikan kondisi diri sendiri kepada orang lain
  Mengambil keputusan
  Menggunakan waktu senggang
  Memperkuat ibadat keagamaan
  Mengendalikan diri
  Berpikir dan bersikap positif; apresiatif
  Mematuhi peraturan lalu-lintas
(14)    Layanan Penguasaan Konten: Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial, seperti:
  Cara berbicara dengan orang yang berbeda-beda (teman sebaya, orang yang lebih tua, anggota keluarga)
  Kemampuan pidato
  Menyampaikan pendapat secara lugu (asertive) kepada orang lain
  Mendengar, memahami dan merespon secara tepat dan positif pendapat orang lain
  Melihat kebaikan orang lain dan mengekspresikannya
  Menulis surat persahabatan
  Mengucapkan salam; terima kasih; meminta maaf
  Kemampuan berdiskusi; bermusyawarah
(15)    Layanan Penguasaan Konten: Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan dan penguasaan bahan belajar, seperti:
  Menyusun jadwal belajar
  Bertanya/menjawab di dalam kelas
  Meringkas materi bacaan
  Menyusun kalimat efektif dalam paragraf
  Menyusun laporan kegiatan/tugas pelajaran
  Menyusun makalah
(16)    Layanan Penguasaan Konten: Kompetensi dan kebiasaan dalam pengembangan karir, seperti:
  Menyalurkan bakat, minat, kegemaran yang mengarah ke karir tertentu
  Memelihara perabotan rumah tangga: pakaian, perabot, peralatan listrik
  Memperbaiki peralatan sederhana
  Menyusun lamaran pekerjaan; currikulum vitae
  Mempertimbangkan dan memilih pekerjaan
  Mempertimbangkan dan memilih pendidikan sesuai dengan arah karir
(17), (18), (19), dan (20)  Layanan Konseling Perorangan:
         Materi yang dibahas dalam layanan konseling perorangan tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu, melainkan akan diungkapkan oleh klien ketika layanan dilaksanakan. Apapun masalah yang diungkapkan oleh klien (masalah pribadi, sosial, belajar, ataupun karir), maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling perorangan. Dalam  hal ini konselor dapat memanggil peserta didik (yaitu peserta didik yang menjadi tanggung jawab asuhannya) untuk diberikan layanan konseling untuk masalah tertentu (masalah pribadi, sosial, belajar, atau karir), namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dikemukakan sendiri oleh peserta didik yang menerima layanan konseling perorangan.
(21)    Layanan Bimbingan Kelompok: Topik tentang kemampuan dan kondisi pribadi, seperti:
  Potensi diri
  Kiat menyalurkan bakat, minat, kegemaran, hobi
  Kebiasaan sehari-hari di rumah; kegiatan rutin, membantu orang tua, belajar
  Sikap terhadap narkoba; KKN; pembunuhan; perkosaan; perang
  Sikap terhadap bencana alam; kecelakaan; HAM; kemiskinan; anak terlantar
  Perbedaan individu

(22)    Layanan Bimbingan Kelompok: Topik tentang Kemampuan dan kondisi hubungan sosial, seperti:
  Hubungan muda-mudi
  Suasana hubungan di sekolah: antarsiswa, guru-siswa, antarpersonil sekolah lainnya
  Peristiwa sosial di masyarakat: demo brutal, bentrok antarwarga
  Peranan RT/RW
  Toleransi, solidaritas
(23)    Layanan Bimbingan Kelompok: Topik tentang kemampuan, kegiatan dan hasil belajar, seperti:
  Kiat-kiat belajar; belajar sendiri; belajar kelompok
  Sikap terhadap mata pelajaran; tugas/PR; suasana belajar di sekolah, perpustakaan, laboratorium
  Sikap terhadap hasil ulangan, ujian
  Masalah menyontek dalam ulangan/ujian
  Pemanfaatan buku pelajaran
(24)    Layanan Bimbingan Kelompok: Topik tentang pengembangan karir, seperti:
  Hidup adalah untuk bekerja
  Masa depan kita; masalah pengangguran; lowongan pekerjaan; PHK
  Memilih pekerjaan; memilih pendidikan lanjutan
  Masalah TKI/TKW
(25), (26), (27), dan (28) Layanan Konseling Kelompok:
Seperti untuk layanan konseling perorangan, materi yang dibahas dalam konseling kelompok tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu oleh konselor, melainkan akan dikemukakan oleh masing-masing anggota kelompok. Apapun masalah yang diungkapkan oleh anggota kelompok tersebut, dan terpilih untuk dibicarakan (apakah masalah pribadi, sosial, belajar, ataupun karir) itulah yang dibahas melalui layanan konseling kelompok. Dalam hal ini konselor dapat mengikutsertakan seorang atau lebih peserta didik yang diasuhnya untuk menjadi anggota kelompok dan menjalani layanan konseling kelompok dengan masalah tertentu (masalah pribadi, sosial, belajar, atau karir) dan dapat mengupayakan agar masalah tersebut dapat dibahas, namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dipilih oleh kelompok untuk dibahas dalam konseling kelompok.
(29), (30), (31), (32) Layanan Konsultasi:
Seperti untuk layanan konseling perorangan, materi yang dibahas dalam layanan konsultasi tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu oleh konselor, melainkan akan dikemukakan oleh konsulti ketika layanan berlangsung. Apapun masalah yang diungkapkan oleh konsulti tentang peserta didik yang hendak dibantunya (apakah masalah pribadi, sosial, belajar , atau karir) itulah yang dibahas dalam layanan konsultasi. Konselor dapat memperkirakan apa yang hendak dikemukakan oleh konsulti untuk dibahas dalam layanan konsultasi, namun konselor harus mengutamakan pembahasan masalah yang dikemukakan sendiri oleh konsulti.
(33), (34), (35), (36) Layanan Mediasi:
Masalah yang menyebabkan perselisihan pada dasarnya adalah masalah sosial. Dalam hal ini layanan mediasi pertama-tama menangani hubungan sosial di antara pihak-pihak yang berselisih. Dalam pelaksanaan layanan mediasi boleh jadi akan muncul masalah pribadi, masalah belajar, masalah karir, dan masalah sosial lainnya yang perlu ditangani oleh konselor.
(37), (38), (39), (40) Aplikasi Instrumentasi:
Instrumen tes dan nontes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah pribadi, sosial, belajar, dan karir bentuk dan isinya bermacam-macam, seperti:
  Tes Inteligensi
  Tes Bakat
  Inventori Minat Karir
  Inventori Kreativitas
  Inventori Kepribadian: Self-Esteem; Locus of Control
  Inventori Hubungan Sosial
  Inventori Tahap Perkembangan
  Sosiometri
  Alat Ungkap Masalah: Masalah Belajar, dan Masalah-masalah lainnya
  Tes Hasil Belajar
  Tes Diagnostik
Masing-masing instrumen di atas ada yang mengukur atau mengungkapkan satu atau lebih kondisi diri peserta didik: kondisi diri pribadi, hubungan sosial, kemampuan belajar, dan atau arah/kemampuan karir.
(41)   Himpunan Data: Data perkembangan, kondisi dan lingkungan diri pribadi, seperti:
  Identitas diri
  Potensi dasar: inteligensi, bakat, minat
  Identitas keluarga
  Riwayat kesehatan
  Catatan anekdot (kejadian khusus)
  Masalah diri pribadi
(42)   Himpunan Data: Data perkembangan, kondisi hubungan dan lingkungan sosial, seperti:
  Sosiogram
  Teman dekat
  Data hubungan sosial
  Masalah sosial
(43)   Himpunan Data: Data kemampuan, kegiatan dan belajar, seperti:
  Nilai hasil belajar
  Data kegiatan belajar
  Riwayat pendidikan
  Masalah belajar
(44)   Himpunan Data: Data kemampuan, arah dan persiapan karir, seperti:
  Pekerjaan orang tua/keluarga
  Bakat-minat karir; jurusan yang diambil
  Masalah karir
(45)   Konferensi Kasus: Masalah pribadi, seperti:
  Sering absen; membolos
  Tingkah laku menyimpang; nakal
(46)   Konferensi Kasus: Masalah sosial, seperti:
  Suka menyendiri
  Menganggu teman
(47)   Konferensi Kasus: Kasus masalah belajar, seperti:
  Menganggu suasana kelas ketika sedang belajar
  Lalai mengerjakan PR
  Nilai pelajaran rendah
  Sulit mengikuti pelajaran
(48)   Konferensi Kasus: Masalah karir, seperti:
  Masalah penjurusan
  Pilihan karir
  Kegiatan praktik; magang
(49), (50), (51), (52) Kunjungan Rumah:
           Kegiatan kunjungan rumah dapat membawa satu atau lebih masalah peserta didik (masalah pribadi, sosial, belajar, dan atau karir) untuk dibicarakan dengan orang tua dan atau keluarga.
(53)    Tampilan Kepustakaan: Materi bacaan, film, rekaman vidio dan audio tentang perkembangan dan kehidupan pribadi, seperti:
  Tahap-tahap perkembangan
  Tugas-tugas perkembangan
  Penampilan dan pengembangan bakat, minat, kegemaran
  Kehidupan keagamaan
  Bahan relaksasi
  Motivasi berprestasi
  Otobiografi: Kisah orang-orang sukses


(54)    Tampilan Kepustakaan: Materi bacaan, film, rekaman vidio dan audio tentang kemampuan hubungan sosial, seperti:
Suasana hubungan “Saya Oke, Kamu juga Oke”
Kiat bergaul
Kepemimpinan
Mengatasi konflik dengan win-win solution
(55)    Tampilan Kepustakaan: Materi bacaan, film, rekaman vidio dan audio tentang kemampuan dan kegiatan belajar, seperti:
  Kiat belajar di sekolah
  Panduan menulis makalah
  Bagaimana menyiapkan dari untuk ulangan/ujian
  Belajar secara mandiri
  Belajar kelompok
(56)    Tampilan Kepustakaan: Materi becaan, film, rekaman vidio dan audio tentang arah dan kehidupan karir, misalnya:
  Apa bakat dan karir Anda?
  Informasi karir
  Panduan penjurusan
  Panduan memilih sekolah lanjutan
  Lowongan pekerjaan
  Keselamatan kerja
  Kiat sukses dalam karir
(57), (58), (59), (60), Alih Tangan Kasus:
          Materi alih tangan kasus merupakan pendalaman terhadap masalah pribadi, sosial, belajar, dan atau karir peserta didik yang semula ditangani oleh konselor, dan selanjutnya memerlukan penanganan oleh pihak lain yang berkeahlian/berkewenangan.


No comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR ANDA DI SINI....