sponsored

Thursday, May 31, 2012

Fuse pada alat elektronik

Dalam teknik elektro maupun elektronika, fuse (fusible link) adalah jenis peralatan proteksi overcurrent. Komponen utamanya adalah kawat logam atau strip logam yang akan meleleh jika arus yang melaluinya terlalu besar. Pada saat strip metal meleleh, ia akan memutuskan rangkaian dari sistem dan akan mencegah rangkaian dari arus yang berlebihan.
            Fuse dan peralatan proteksi overcurrent lainnya merupakan komponen yang sangat penting dari sistem distribusi untuk mencegah kebakaran dan bahaya yang lainnya. Jika arus yang besar melalui sebuah penghantar ia akan menyebabkan panas yang berlebihan dan bisa menjadi penyebab timbulnya kebakaran. Fuse dipilih untuk dapat melewatkan arus pada kondisi normal, akan tetapi harus dengan cepat dapat bereaksi terhadap hubung singkat atau terhadap kondisi overcurrent.
Arus berlebihan (overcurrent) terjadi apabila beban normal pada rangkaian terlampaui. Penyebabnya dapat berupa overload atau hubungsingkat. Overload adalah terjadinya arus yang mengalir melebihi batas (lebih tinggi dari) arus beban penuh sebuah rangkaian.
Hubungsingkat adalah arus berlebih yang jauh melebihi arus beban penuh normal sebuah rangkaian. Komponen dan peralatan dapat rusak apabila terjadi overcurrent atau hubungsingkat. Bila arus ke peralatan naik melebihi harga standart fuse, maka fuse akan putus/terbakar. Terjadi rangkaian terbuka (open circuit) antara power supply dengan peralatan (equipment).

Karakteristik Fuse
Kecepatan fuse untuk beroperasi (menjadi putus) tergantung pada berapa banyak arus yang melaluinya. Pabrik pembuat fuse menetapkan kurva karakteristik arus terhadap waktu dari fuse, yang menunjukkan waktu yang diperlukan untuk melelehkan fuse dan waktu yang diperlukan untuk menghindarkan rangkaian dari arus overload yang ditetapkan.
Respon fuse terhadap kondisi overcurrent juga menunjukkan karakteristik fuse yang lain, yang antara lain disebut sebagai fast-blow, slow-blow atau time delay. Karakteristik fuse umumnya dapat ditunjukkan dalam dua kategori yaitu :
  1. Rating Interupt
Sebuah fuse memiliki kapasitas rating interupt yang disebut sebagai breaking capacity, yaitu arus maksimum yang dapat membuat fuse menjadi putus. Biasanya arus ini lebih tinggi daripada arus maksimum hubung singkat rangkaian. Mini fuse mungkin memiliki rating interupt 10 kali dari rating arusnya.
  1. Rating Tegangan
Seperti rating arus, fuse juga memiliki rating tegangan yang menunjukkan tegangan maksimum rangkaian dimana fuse tersebut dapat digunakan. Sebagai contoh fuse tabung kaca memiliki rating tegangan 32V, berarti dapat digunakan pada rangkaian yang bekerja pada tegangan dibawah 32 volt. Fuse keramik memiliki rating tegangan yang lebih tinggi.

Penandaan Fuse
Sebagian besar fuse diberi tanda pada bodynya atau pada ujungnya (fuse tabung kaca) untuk menunjukkan ratingnya. Pada saat memilih fuse yang akan digunakan, penting untuk diperhatikan penandaan ini, bisa terjadi fuse yang terlihat sama ternyata didesain untuk aplikasi yang sangat berbeda. Penandaan ini umumnya memuat informasi seperti di bawah ini :
-       rating arus dari fuse
-       rating tegangan fuse
-       karakteristik arus – waktu
-       pabrik pembuat / nomor seri
-       breaking capacity

No comments:

Post a Comment

Mohon Tinggalkan Komentar anda untuk kebaikan blog ini.........

alexa rank

langganan

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Tentang Saya

My photo

Saya orang yang cukup terbuka

Google+ Followers