sponsored

Monday, April 30, 2012

Hipotesis dan ruang lingkup Penelitian (skripsi)

Hipotesis Penelitian

Menurut Sumadi Suryabrata (2004 : 21) hipotesis penelitian adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian, yang kebenarannya masih harus diuji secara emperis.
Hipotesis dalam penelitian ini adalah “terdapat pengaruh pengajaran tata nama senyawa dengan pendekatan problem posing terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Wisuda Pontianak”
              *Oleh Lukman Hadi

 Ruang Lingkup Penelitian
1.   Variabel Penelitian
Menurut Sumadi Suryabrata (2004 :25) variabel diartikan sebagai sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi (Suharsimi Arikunto, 2002 : 94). Dengan demikian dalam penelitian ini variabel yang akan dikemukakan ada empat macam,  yaitu :
a.   Variabel bebas
Menurut Hadari Narwawi (2005 : 56) variabel bebas adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang menentukan atau mempengaruhi ada atau munculnya gejala atau faktor atau unsur lain, yang pada gilirannya gejala atau faktor atau unsur yang kedua itu disebut variabel terikat. Hal ini berarti bahwa variabel ini menentukan munculnya variabel terikat. Adapun yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah :
-     Pengajaran dengan pendekatan problem posing
-     Pengajaran dengan pendekatan konvensional
b.   Variabel terikat
Menurut Hadari Nawawi (2005 : 57) variabel terikat adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang ada atau muncul dipengaruhi atau ditentukan oleh adanya variabel bebas. Hal ini berarti munculnya variabel ini karena adanya variabel bebas tertentu bukan karena variabel lain. Dengan demikian variabel terikat dalam penelitian ini adalah :
-     Rata-rata hasil belajar siswa pada materi tata nama senyawa
c.   Variabel kontrol
Menurut Hadari Nawawi (2005 : 57) varibel kontrol adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang dengan sengaja dikendalikan, agar tidak mempengaruhi variabel bebas dan variabel terikat. Hal ini berarti variabel ini tidak ikut menentukan ada tidaknya variabel terikat. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah :
-     Guru yang mengajar
Guru dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri.
-     Jumlah atau kegiatan jam pelajaran
-     Materi pelajaran
Materi pelajaran yang diberikan berpedoman pada buku paket Kimia SMA kelas X semester 1 terbitan PT. Intan Pariwara.
d.   Variabel ekstrane
Menurut Hadari Nawawi (2005 : 58) menyatakan variabel ekstrane adalah sejumlah gejala yang tidak dapat dikontrol dan tidak dapat pula diperhitungkan atau dieliminir (dihapuskan) pengaruhnya terhadap variabel bebas. Variabel ekstrane dalam penelitian ini adalah :
-     Keadaan sosial ekonomi siswa
-     Tingkat kecerdasan siswa
-     Motivasi belajar siswa
2.   Definisi Operasional
Agar terdapat kesatuan persepsi antara pembaca dengan apa yang dimaksud peneliti, perlu dibuat penjelasan istilah atau difinisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini. Dengan demikian masalah yang dibahas menjadi jelas.
a.   Pengajaran
Menurut Poerwadarminta (2003 : 15) pengajaran adalah cara (perbuatan dan sebagainya) mengajar atau mengajarkan. Sedangkan menurut J. Drost SJ. (dalam Agus Trinawati, 2002) pengajaran atau proses belajar mengajar atau lebih tepat lagi proses pembelajaran ialah proses menjadikan yang diajar belajar.
b.   Pendekatan
Menurut Ruseffendi (dalam Masrupah, 1999) pendekatan adalah suatu jalan, cara atau kebijakan yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam pencapaian tujuan pengajaran dilihat dari bagaimana proses pengajaran atau materi di sekolah.
c.   Pendekatan Problem Posing
Problem Posing berasal dari istilah dalam bahasa Inggris sebagai padanan kata Problem dan Posing. Problem artinya “masalah” atau “soal” dan Posing artinya “pengajuan”. Dengan demikian Problem Posing diartikan “Pengajuan Soal”. Problem Posing dalam penelitian ini adalah pengajaran dengan pemberian tugas kepada kelompok siswa (yang terdiri atas 2 orang teman sebangku) berupa pembuatan soal atau merumuskan pertanyaan dari informasi yang telah disediakan berupa tabel periodik dan ringkasan materi, selanjutnya menukarkan soal yang telah dibuat tersebut kepada kelompok lain yang berdekatan untuk dicari penyelesaiannya. Jika kelompok yang menjawab soal tidak memahami maksud dari soal yang dibuat temannya (kelompok pembuat soal) maka kelompok pembuat soal harus menjelaskan termasuk membimbing dan kemudian memeriksa kebenaran hasilnya. Bila komunikasi antar siswa macet maka guru segera konsolidasi, membimbing dan mengarahkan pekerjaan siswa.
d.   Pendekatan Konvensional
Konvensional dapat diartikan sebagai tradisional atau yang biasa digunakan (Peter Salim dan Yeni Salim, 1991 : 768). Menurut Sugiatno (1997 : 1) pengajaran konvensional meliputi apersepsi, pemberian contoh soal, pemberian pekerjaan rumah dan penutup. Pengajaran konvensional yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengajaran yang biasa dilakukan guru di dalam kelas pada saat mengajar materi tata nama senyawa.
e.   Materi Tata Nama Senyawa
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah materi yang harus dikuasai oleh siswa kelas X semester I. Sri Juari Santosa, dkk (2006 : 82) menyatakan materi Tata Nama Senyawa meliputi :
a.   Senyawa Biner
b.   Senyawa Poliatomik
c.   Senyawa Asam
d.   Senyawa Basa
Adapun materi tata nama senyawa dalam penelitian ini adalah materi kimia yang mempelajari tata nama senyawa anorganik.
f.    Hasil belajar siswa
Menurut Hadari Nawawi (1995) hasil belajar siswa merupakan tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai materi pelajaran disekolah dalam bentuk skor yang diperoleh dari tes mengenai sejumlah materi tersebut. Adapun yang dimaksud hasil belajar siswa dalam penelitian ini adalah tingkat keberhasilan kognitif siswa dalam mempelajari materi tata nama senyawa dalam bentuk skor. Tingkat keberhasilan siswa diukur dengan menggunakan tes hasil belajar yang diberikan peneliti.
g.   Pengaruh
Menurut Poerwadarminta (2003 : 865) pengaruh adalah daya yang ada atau yang timbul dari sesuatu (orang, benda, dan sebagainya) yang berkuasa atau yang berkekuatan (gaib dan sebagainya). Pengaruh dalam penelitian ini adalah daya yang ditimbulkan oleh pendekatan pengajaran. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan problem posing terhadap siswa kelas X SMA Wisuda Pontianak pada materi tata nama senyawa, dapat  dihitung dengan menggunakan effect size.

1 comment:

  1. makasih sangat membantu sekali.......sukses selallu

    ReplyDelete

Mohon Tinggalkan Komentar anda untuk kebaikan blog ini.........

alexa rank

langganan

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Tentang Saya

My photo

Saya orang yang cukup terbuka

Google+ Followers