sponsored

Saturday, January 28, 2017

Pemupukan sawit pada pembibitan awal (pre-nursery)

Pemupukan pada pembibitan awal atau pre-nursery (PN) dilakukan setiap minggu sampai dengan bibit berumur 3 bulan. Pupuk yang digunakan adalah pupuk majemuk yang mengandung nitrogen (N) dan fosfor (P) tinggi yaitu pupuk majemuk dengan kandungan N, P2O5, K2O dan MgO pada formula 15-15-6-4 dengan konsentrasi 0,25% atau 2,5 g/l air (Tabel 1). Dosis pupuk melalui daun adalah 10 cc/bibit/minggu, atau setiap liter larutan dapat digunakan memupuk melalui daun (foliar application) untuk 100 bibit. Dengan konsentrasi yang sama, sebagai penggantinya dapat digunakan pupuk daun yang khusus untuk kelapa sawit di PN.

Pemilihan jenis dan penetapan dosis pupuk di PN serta  pupuk koreksinya sa-ngat tergantung dari kondisi media tanam dan kondisi kecambah yang akan dipelihara. Jika daun bibit menunjukkan gejala defisiensi hara tertentu misalkan jika klorosis akibat kekahatan (defisiensi0 hara nitrogen (N) maka pengawas pembibitan harus se-gera tanggap memberikan tambahan (suplement) pupuk N secukupnya atas saran reko-mendator .

Secara umum jika tanah di polibeg merupakan top soil maka dosis dan jenis pupuk yang tertera pada Tabel 1 sudah cukup memadai. Top soil adalah tanah lapisan atas yang diambil dari Horizon A yaitu lapisan tanah paling atas yang mengandung bahan organik cukup dan berwarna coklat kehitaman sampai hitam serta berstruktur remah dan tidak mengadung kerikil/batuan atau bakan kasar lainnya. Jika lahan perke-bunan berada di lahan gambut, maka gambut saprik (gambut yang sudah sempurna melapuk) dapat digunakan sebagai media pembibitan.

Pemupukan melalui daun dapat dilakukan jika benar-benar diperlukan, namun pengawasan harus extra ketat karena daun kelapa sawit di bibitan sangat rentan keke-ringan atau plasmolisa jika kelebihan dosis. Waktu penyemprotan pupuk sebaiknya dila-kukan pada pagi menjelang siang hari yaitu setelah penyiraman rutin dan tidak boleh dilakukan penyiraman selanjutnya selama 12 jam. Saat-saat tidak boleh memu-puk memalui daun adalah jika cuaca sangat panas atau sangat kering atau bibit dalam keadaan stres karena baru ditanam atau stres akibat lain. Aplikasi pemupukan dengan do-sis rendah dengan frekuensi tinggi (sering) biasanya memberikan pengaruh lebih baik kepada bibit daripada pemberian dosis tinggi dan frekuensi rendah (tidak sering) aplikasinya. Alat semprot bibit yang biasa digunakan adalah knapsack tipe Solo dengan nozzle TX4 hollow cone yang diatur pada tekanan tinggi.      

No comments:

Post a Comment

Mohon Tinggalkan Komentar anda untuk kebaikan blog ini.........

alexa rank

langganan

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Tentang Saya

My photo

Saya orang yang cukup terbuka

Google+ Followers