sponsored

Sunday, October 28, 2012

Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran


1. Pengertian Manajemen Kurikulum
    Manajemen kurikulum adalah segenap proses usaha bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan 
    pembelajaran dengan di titik beratkan pada usaha, meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar.
    Kurikulum sendiri dapat dipahami dalam arti sempit sekali, sempit dan luas :
§  Kurikulum dalam arti sempit sekali adalah jadwal pelajaran
§  Kurikulum dalam arti sempit adalah semua pelajaran baik teori maupun praktik yang diberikan kepada murid-murid selam mengikuti suatu proses pendidikan tertentu kurikulum dalam arti ini terbatas pada pemberian bekal pengetahuan dan keterampilan pada murid.
§  Kurikulum dalam arti luas adalah semua pengalaman yang diberikan kepada anak didik selama mengikuti pendidikan
§  Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu
§  KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan pendidikan
    Dengan membedakan pengertian-pengertian kurikulum seperti ini akan berakibat pula ruang lingkup 
    manajemennya. Jika didikuti pengertian kurikulum dalam arti yang sangat sempit sekali, maka manajemen \
    kurikulum hanya menyangkut usaha dalam rangka melancarkan pelaksanaan jadwal pelajaran.
    Tetapi jika dianut pengertian kurikulum dalam arti luas maka manajemen kurikulum bukan hanya dibatasi 
   dalam ruang kelas, tetapi menyangkut pula didalam kegiatan pengelolaan diluar kelas, bahkan diluar 
    sekolah.

2 Pengertian Manajemen Pembelajaran
    Belajar menurut Gagne dalam Dahar (1989) dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu oganisma berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman. Belajar pada hakekatnya adalah suatu aktivitas yang mengharapkan perubahan tingkah laku pada diri individu yang sedang belajar (Diknas, 2004) Dari konsep belajar muncul istilah pembelajaran. Degeng dalam Wena (2009) mengartikan pembelajaran sebagai upaya membelajarkan siswa.
    Gagne dan Briggs mendefinisikan pembelajaran sebagai suatu rangkaian events (kondisi, peristiwa, kejadian, dsb ) yang secara sengaja dirancang untuk mempengaruhi pembelajar, sehingga proses belajarnya dapat berlangsung mudah (Diknas, 2004) Pembelajaran bukan hanya terbatas pada kegiatan yang dilakukan guru, seperti halnya dengan konsep mengajar. Pembelajaran mencakup semua kegiatan yang mungkin mempunyai pengaruh langsung pada proses belejar manusia. Pembelajaran mencakup pula kejadian-kejadian yang diturunkan oleh bahan-bahan cetak, gambar, program radio, televisi, film, slide maupun kombinasi dari bahan –bahan itu. Bahkan saat ini berkembang pembelajaran dengan pemanfaatan berbagai program komputer untuk pembelajaran atau dikenal dengan e–learning..
    Berpijak dari konsep manajemen dan pembelajaran, maka konsep manajemen pembelajaran dapat diartikan proses mengelola yang meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian (pengarahan) dan pengevaluasian kegiatan yang berkaitan dengan proses membelajarkan si pebelajar dengan mengikutsertakan berbagai faktor di dalamnya guna mencapai tujuan. Dalam “memanaje” atau mengelola pembelajaran, manajer dalam hal ini guru melaksanakan berbagai langkah kegiatan mulai dari merencanakan pembelajaran, mengorganisasikan pembelajaran, mengarahkan dan mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan. Pengertian manajemen pembelajaran demikian dapat diartikan secara luas dalam arti mencakup keseluruhan kegiatan bagaimana membelajarkan siswa mulai dari perencanaan pembelajaran sampai pada penilaian pembelajaran. Pendapat lain menyatakan bahwa manajemen pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran yaitu strategi pengelolaan pembelajaran (Made Wena, 2009).
    Manajemen pembelajaran termasuk salah satu dari manajemen implementasi kurikulum berbasis kompetensi (Diknas, 2004) Manajemen yang lain adalah manajemen sumber daya manusia, manajemen fasilitas, dan manajemen penilaian. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam hal menajemen pembelajaran sebagai berikut; jadwal kegiatan guru-siswa; strategi pembelajaran; pengelolaan bahan praktik; pengelolaan alat bantu; pembelajaran ber-tim; program remidi dan pengayaan; dan peningkatan kualitas pembelajaran. Pengertian manajemen di atas hanya berkaitan dengan kegiatan yang terjadi selama proses interaksi guru dengan siswa baik di luar kelas maupun di dalam kelas. Pengertian ini bisa dikatakan sebagai konsep manajemen pembelajaran dalam pengertian sempit.
Sebelum menyimpulkan beberapa uraian para pakar tentang pengertian manajemen pembelajaran, ada baiknya kita membaca uraian singkat pengertian manajemen pembelajaran menurut Ibrahm bafadhal. Menurutnya, Manajemen pembelajaran adalah segala usaha pengaturan proses belajar mengajar dalam rangka tercapainya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Manajemen program pembelajaran sering disebut dengan manajemen kurikulum dan pembelajaran (Bafadhal, 2004: 11).
    Pada dasarnya manajemen pembelajaran merupakan pengaturan semua kegiatan pembelajaran, baik dikategorikan berdasarkan kurikulum inti maupun penunjang berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan sebelumnya, oleh Departemen Agama atau Departemen Pendidikan Nasional.
Dengan berpijak dari beberapa pernyataan di atas, kita dapat membedakan konsep manajemen pembelajaran dalam arti luas dan dalam arti sempit. Manajemen pembelajaran dalam arti luas berisi proses kegiatan mengelola bagaimana membelajarkan si pembelajar dengan kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan atau pengendalian dan penilaian. Sedang manajemen pembelajaran dalam arti sempit diartikansebagai kegiatan yang perlu dikelola oleh guru selama terjadinya proses interaksinya dengan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran.

3.  Tujuan Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran
§  Untuk mengelola perancangan (Desain) kurikulum pembelajaran
§  Untuk mengelola implementasi kurikulum pembelajaran 
§  Untuk mengelola pelaksanaan evaluasi kurikulum/pembelajaran 
§  Untuk mengelola perumusan penetapan kriteria dan pelaksanaan kurikulum kelas/ kelulusan 
§  Untuk mengelola pengembangan bahan ajar, media dan sumber belajar 
§  Untuk mengelola pengembangan ekstrakurikuler dan ko-kurikuler 
§  Untuk mengelola penerapan uji coba atau merintis pembelajaran yang dicenangkan pemerintah pusat.

No comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR ANDA DI SINI....